Pemerintah: Perkawinan Anak Tindak Pidana Kekerasan Seksual

6 days ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Perkawinan Anak Tindak Pidana Kekerasan Seksual Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH menegaskan bahwa praktik perkawinan anak merupakan bentuk tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Selain itu, Undang-Undang Perkawinan telah menetapkan batas usia minimal menikah bagi laki-laki maupun perempuan, yakni 19 tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistiyaningrum menekankan pentingnya pemahaman dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum tersebut oleh seluruh pihak, termasuk fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kementerian Agama.

"Perkawinan anak merupakan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam Pasal 10 UU TPKS. Jika fasilitator menemukan adanya praktik perkawinan anak, itu tidak boleh dianggap sebagai hal biasa," kata Woro dalam keterangannya, (5/2).

Ia menambahkan, hakim memegang peran penting dalam proses dispensasi nikah sebagai benteng terakhir pencegahan. Sebelum mengambil keputusan, hakim berkewajiban menyampaikan berbagai risiko perkawinan usia anak kepada para pihak.

"Perkawinan anak sangat berbahaya karena berdampak pada terhentinya pendidikan, belum siapnya organ reproduksi, hingga risiko ekonomi, sosial, dan psikologis, termasuk potensi konflik dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," ujarnya.

Menurut Woro, praktik perkawinan anak masih kerap terjadi karena sejumlah faktor, antara lain kehamilan di luar nikah, pergaulan bebas, serta rendahnya pemahaman remaja dan orang tua terkait kesehatan reproduksi dan dampak perkawinan dini. Dalam konteks ini, fasilitator BRUS memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada remaja.

"Fasilitator BRUS harus mampu menyampaikan secara jelas bahaya perkawinan anak dan dampak jangka panjangnya, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pencegahan perkawinan anak telah menjadi perhatian serius pemerintah dan masuk dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Isu tersebut juga selaras dengan kebijakan pengarusutamaan gender yang menekankan pentingnya akses perlindungan sesuai kebutuhan anak, terutama anak perempuan.

"Pemerintah sangat tegas dalam menyikapi perkawinan anak, namun pada saat yang sama negara tetap hadir memberikan perlindungan kepada anak yang terlanjur berada dalam situasi tersebut," katanya.

Melalui penguatan peran fasilitator BRUS Kementerian Agama, pemerintah berharap langkah pencegahan perkawinan anak dapat berjalan lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mewujudkan generasi muda yang sehat, berpendidikan, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Fik/I-1)

Read Entire Article